.quickedit{ display:none; }
Minggu, 21 Januari 2018

Mencegah Muntah Anak
Ilustrasi

Yang harus diingat orangtua saat terjadi muntah pada anak adalah terus memberi anak minum air putih untuk menghindari  dehidrasi(1). Anda juga memberikan cairan elektrolit berupa oralit. Takaran oralit bisa disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan kondisi fisik anak. Namun jangan paksa anak untuk minum cairan ini jika masih muntah-muntah.

(1) Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan gula-garam tubuh terganggu dan tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Oralit tersedia dalam bentuk bubuk yang kemudian dicampur dengan air sebelum diminum. Oralit mengandung gula dan mineral yang membantu menggantikan unsur-unsur yang hilang dari tubuh akibat muntah. ASI, sirup, dan air madu juga bisa menjadi pilihan cairan yang diberikan.

Berikan cairan / minuman 1-2 sendok makan. Tambah jumlah cairan 15 menit kemudian, menjadi sekitar 2-3 sendok makan, dan tambahkan terus secara bertahap setiap 15 menit. Jika masih saja muntah, kurangi lagi jumlah pemberian cairan.

Seduhan teh atau jahe hangat juga bisa diberikan sebagai pereda rasa mual dan muntah pada anak. Asupan lain yang bisa diberikan adalah sup kaldu untuk membantu mencegah dehidrasi sekaligus memberi rasa nyaman. Berikan makanan setiap 15-20 menit, secara bertahap. Pilihlah makanan yang mengandung cukup kalori dan mudah dicerna.

Jika anak sudah tidak mengalami muntah lebih dari 6 jam, Anda bisa mulai memberikannya makanan padat berupa buah atau sereal. Pada anak berusia lebih besar bisa diberikan nasi, kentang, atau roti. Setelah 24 jam tidak muntah, anak dapat diberikan makan dan minum seperti biasa. Pemberian obat-obatan untuk mengurangi muntah pada anak perlu disesuaikan dengan kondisi anak dan penyebabnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Terimakasih sudah membaca artikel Mencegah Muntah pada Anak ini semoga bermanfaat untuk kesehatan keluarga kita.

0 komentar:

Posting Komentar