.quickedit{ display:none; }
Senin, 15 Januari 2018


Tidak sedikit orang menyadari minum kopi tidak berbahaya bagi kesehatannya. Akan tetapi sadarkah Anda bahwa kopi mempengaruhi tubuh walaupun secara perlahan dan dapat membuat Anda mengalami kecanduan ?

Berbagai penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kopi dengan insomnia (1), meningkatnya denyut jantung dan laju pernapasan, gangguan lambung, mual, muntah, gelisah, gugup, dan berbagai hal lainnya. Selain itu, mengkonsumsi kopi juga telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 gelas kopi setiap hari memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung.

(1) Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis.

Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dialami wanita jikia mengkonsumsi kopi, 
  
1. Kafeinisme
Anda mungkin tidak pernah mendengar istilah yang satu ini. kafeinisme adalah sebuah sindrom yang terdiri dari rasa cemas, gelisah, dan gangguan tidur. Penderita biasanya juga akan mengalami ketergantungan terhadap kopi. Kafein di dalam kopi akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon stress, yang akan membuat otot menjadi tegang, meningkatkan denyut jantung dan laju pernapasan, serta meningkatkan kadar gula darah. Mengkonsumsi kopi secara teratur akan menstimulasi kelenjar ini secara terus-menerus, yang akan membuat kadar hormon stress Anda tetap tinggi sepanjang waktu, yang dapat menyebabkan terjadinya stress kronik.

2. Gangguan Pencernaan
Mengkonsumsi kopi dalam jangka panjang juga dapat mempengaruhi dinding lambung. Zat kimia yang terdapat di dalam kopi dapat mengiritasi permukaan lambung yang akan menyebabkan gangguan pencernaan. Adanya kafein di dalam lambung akan memicu peningkatan produksi asam lambung, yang akan membuat penderita mengalami perut kembung atau nyeri perut. Kafein yang terdapat di dalam kopi juga dapat menyebabkan terjadinya diare akibat meningkatnya pergerakan usus.

3. PMS
Saat seorang wanita yang sedang mengalami PMS(1) mengkonsumsi banyak kopi, maka kadar kafein yang berlebihan ini dapat semakin memperparah gejala PMS. Perut kembung, kram perut, dan sakit kepala merupakan gejala yang sering dialami oleh para wanita saat mereka mengkonsumsi kopi di masa PMS.
 .
PMS(1) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.

4. Kehamilan Bunda
Kafein dan nikotin merupakan 2 hal yang telah diketahui dapat berdampak buruk pada kehamilan Bunda bila dikonsumsi secara berlebihan. Wanita hamil hanya boleh mengkonsumsi maksimum 2 gelas kopi atau sekitar 200 gram kafein setiap harinya.

Mengkonsumsi kopi lebih banyak daripada jumlah ini telah diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya kelahiran prematur, keguguran, dan komplikasi kehamilan lainnya. Selain itu, bila ibu yang sedang menyusui mengkonsumsi terlalu banyak kafein, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada bayinya.

5. Keguguran Pada Ibu Hamil 
Berbagai penelitian baru menunjukkan bahwa kafein memiliki hubungan langsung dengan terjadinya keguguran. Wanita yang mengkonsumsi kopi dalam jumlah banyak saat hamil akan lebih rentan terhadap keguguran dibandingkan wanita lainnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi kopi Anda selama hamil.

Selain itu, wanita yang mengkonsumsi pil KB juga harus memperhatikan jumlah kopi yang mereka konsumsi. Hal ini dikarenakan kafein akan berinteraksi dengan pil KB dan menyebabkan efek samping seperti gelisah, sakit kepala, dan lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar